Karya terbaru Peter Jackson tayang pada 2018
Sineas Peter Jackson sudah lama tidak menghiasi layar bioskop dengan karya-karyanya. Film teranyar yang ia sutradarai adalah The Hobbit: The Battle of the Five Armies (2014). Rupanya, 2018 adalah waktunya pria berusia 55 ini untuk kembali dengan karya terbarunya, film adaptasi dari novel Mortal Engines.
Universal Pictures akan menayangkan Mortal Engines pada 14 Desember 2018, dilansir dari Hollywood Reporter (24/11/2016). Namun, dalam film itu Jackson tak duduk di kursi sutradara.
Sineas kelahiran Selandia Baru ini menjadi penulis naskah. Ia berkolaborasi dengan Fran Walsh --istrinya sendiri-- dan Phillipa Boyens. Bertiga, mereka juga bersama-sama menulis trilogi The Lord of the Rings dan The Hobbit.
Jackson, Walsh, dan Boyens juga bakal menjadi produser bersama dengan Zane Weiner, Amanda Walker, dan Deborah Forte.
Sementara kursi sutradara diduduki oleh Christian Rivers. Mortal Engines adalah film panjang pertama Rivers sebagai sutradara. Sebelumnya ia dikenal sebagai ahli efek spesial untuk beberapa film garapan Jackson seperti trilogi Lord of the Rings. Rivers bahkan sudah meraih Oscar berkat efek spesial dalam film King Kong (2005).
Terpilihnya pakar efek spesial seperti Rivers untuk menggarap Mortal Engines, tampaknya berkaitan dengan kisah dalam novelnya yang memiliki set waktu di masa depan dalam dunia pasca kiamat.
Mortal Engines adalah novel karangan Philip Reeve, pertama terbit sejak 2011. Novel ini merupakan bagian pertama dari serial berjudul Predator Cities, terdiri dari empat novel. Mortal Engines diikuti oleh Predator's Gold (2003), Infernal Devices (2005), dan A Darkling Plain (2006).
Alkisah, dunia masa depan sudah rusak karena kerusakan ekologi akibat peperangan. Infrastruktur dan teknologi sudah nyaris musnah. Namun, kota-kota besar seperti London dipasangi sebuah mesin raksasa, memungkinkannya menyerap sumber daya yang tersisa dari kota-kota lain.
Kisah serial ini difokuskan pada seorang remaja yatim piatu bernama Tom Natsworthy. Bersama teman perempuannya yang berasal dari Outlands, mereka berusaha menyingkap tabir misteri yang bisa merubah tatanan dunia.
Nah, Lightstorm dimiliki oleh James Cameron, sehingga bisa jadi film tersebut adalah Avatar 2, sekuel dari Avatar (2009), film fiksi ilmiah yang menjadi film terlaris di dunia hingga saat ini.
Andaikan film misterius itu bukan Avatar 2 sekalipun, persaingan tetap berat, sebab di pekan yang sama ada film animasi Spider-Man bikinan Sony Pictures, dan Mary Poppins Returns dari Disney.
Universal Pictures akan menayangkan Mortal Engines pada 14 Desember 2018, dilansir dari Hollywood Reporter (24/11/2016). Namun, dalam film itu Jackson tak duduk di kursi sutradara.
Sineas kelahiran Selandia Baru ini menjadi penulis naskah. Ia berkolaborasi dengan Fran Walsh --istrinya sendiri-- dan Phillipa Boyens. Bertiga, mereka juga bersama-sama menulis trilogi The Lord of the Rings dan The Hobbit.
Jackson, Walsh, dan Boyens juga bakal menjadi produser bersama dengan Zane Weiner, Amanda Walker, dan Deborah Forte.
Sementara kursi sutradara diduduki oleh Christian Rivers. Mortal Engines adalah film panjang pertama Rivers sebagai sutradara. Sebelumnya ia dikenal sebagai ahli efek spesial untuk beberapa film garapan Jackson seperti trilogi Lord of the Rings. Rivers bahkan sudah meraih Oscar berkat efek spesial dalam film King Kong (2005).
Terpilihnya pakar efek spesial seperti Rivers untuk menggarap Mortal Engines, tampaknya berkaitan dengan kisah dalam novelnya yang memiliki set waktu di masa depan dalam dunia pasca kiamat.
Mortal Engines adalah novel karangan Philip Reeve, pertama terbit sejak 2011. Novel ini merupakan bagian pertama dari serial berjudul Predator Cities, terdiri dari empat novel. Mortal Engines diikuti oleh Predator's Gold (2003), Infernal Devices (2005), dan A Darkling Plain (2006).
Alkisah, dunia masa depan sudah rusak karena kerusakan ekologi akibat peperangan. Infrastruktur dan teknologi sudah nyaris musnah. Namun, kota-kota besar seperti London dipasangi sebuah mesin raksasa, memungkinkannya menyerap sumber daya yang tersisa dari kota-kota lain.
Kisah serial ini difokuskan pada seorang remaja yatim piatu bernama Tom Natsworthy. Bersama teman perempuannya yang berasal dari Outlands, mereka berusaha menyingkap tabir misteri yang bisa merubah tatanan dunia.
Bersaing dengan sekuel Avatar?
Langkah Universal merilis Mortal Engines pada 14 Desember 2018 tergolong pertaruhan besar. Pasalnya, seminggu kemudian Fox berencana merilis sebuah film bikinan rumah produksi Lightstorm Entertainment yang belum memiliki nama.Nah, Lightstorm dimiliki oleh James Cameron, sehingga bisa jadi film tersebut adalah Avatar 2, sekuel dari Avatar (2009), film fiksi ilmiah yang menjadi film terlaris di dunia hingga saat ini.
Andaikan film misterius itu bukan Avatar 2 sekalipun, persaingan tetap berat, sebab di pekan yang sama ada film animasi Spider-Man bikinan Sony Pictures, dan Mary Poppins Returns dari Disney.
Komentar