Seorang Pria Meledakan diri di Stasiun Televisi di Abzakhia

belum diketahui identitasnya, Senin (17/10/2016), meledakkan diri di stasiun televisi pemerintah di Abkhazia, wilayah Georgia yang memisahkan diri.

"Seorang pria meledakkan diri di stasiun televisi. Sangat jelas dia memang membawa bom," kata Menteri Dalam Negeri Abkhazia, Aslan Kobakhiya kepada kantor berita RIA Novosti.

Sementara itu, kantor berita Interfax mengabarkan, ledakan terjadi di pintu masuk stasiun televisi yang berada di Sukhumi, ibu kota Abkhazia.

Interfax mengutip pernyataan kementerian urusan darurat Abkhazia yang menyebut, tersangka pelaku adalah seorang pria bercambang.

Para penyidik saat ini sedang menggelar penyelidikan dan Presiden Abkhazia Raul Khajimba menegaskan, masih terlalu dini untuk menyimpulkan insiden itu adalah sebuah serangan teroris.

"Kita tunggu hasil investigasi. Kami bahkan belum bisa memastikan identitas pria yang meledakkan diri itu," kata Khajimba, yang merupakan bekas anggota dinas intelijen Uni Soviet KGB.

Sebagai langkah antisipas, Khajimba memerintahkan pengamanan di fasilitas publik termasuk sekolah di negeri Laut Hitam itu ditingkatkan.

Abkhazia menyatakan kemerdekaan dari Georgia setelah konflik bersenjata terjadi di awal 1990-an setelah ambruknya Uni Soviet.

Rusia kemudian mengakui kemerdekaan Abkhazia menyusul perang singkat dengan Georgia pada 2008 terkait wilayah lainnya yang juga memerdekakan diri, Ossetia Selatan.

Sejak saat itu, ribuan personel militer Rusia ditempatkan di Abkhazia dan Ossetia Selatan yang sama-sama melepaskan diri dari Georgia.

Sementara pemerintah Georgia bersikukuh kedua wilayah itu kini berada di bawah penjajahan Rusia.

Editor: al fatha.

Komentar

Postingan Populer